Kiat Jitu Agar Hidup Bahagia

Menjadi Diri Sendiri

Kadang kita lebih paham dan sok tahu pribadi orang lain. Kebanyakan orang begitu gamblang menceritakan hal-hal tertentu yang ada pada orang lain, entah teman atau sudara. Bahkan banyak diantara kita begitu mudah membicarakan seorang tokoh, walaupun kita hanya mendengar, melihat di berbagai sumber media. Namun kita lupa mengenal diri kita sendiri. Apakah mengenal diri kita, jati diri kita itu penting? 

Karena sesungguhnya setelah kita mengenal diri kita maka kita akan mengetahui makna dan tujuan hidup kita didunia. Orang yang enggan memotret diri sendiri, akan gagal dalam hidupnya. Yang ia jalani sekedar ikut -ikutan dan berjalan tanpa arah tujuan.  

Bayankan anda bermimpi dapat membeli mobil mewah, dan itu tercapai, tidak ada kata lain pasti Anda akan bahagia. Namun kebahagian itu lambat laun akan sirna oleh waktu. Mobil yang anda beli pada tahun tahun mendatang bisa jadi bukanlah katagori mobil mewah lagi. Begitulah kebahagian anda tiap detik, menit, jam akan hilang. Kemudian anda akan bermimpi memiliki mobil jenis lain? Jadi dimana kebahagian itu? 

Aristoteles filsuf Yunani sudah menyebutkan ada kebahagian lain yang melebihi kebahagian yang sekedar memeberi rasa senang, seperti dapat membeli mobil baru. Kebahagiaan ini menurut Aristoteles disebut kebahagiaan Hedonic. Dan kebahagiaan lain yang lebih kekal disebut kebahagiaan Eudaimonic, yaitu saat seseorang merasa potensi hidupnya telah berjalan secara maksimal. 

Kebahagiaan Eudamonic, adalah kebahagian yang tidak kosong atau tidak hilang setelah sumber kebahagiaan itu sudah rusak, hilang, atau sudah tak terlihat, sudah tidak dapat dirasakan kembali oleh indra perasa. 

Untuk mendapatkan kebahagiaan Eudaimonic salah satu caranya adalah menjadi diri sendiri. Secara umum menjadi jati diri dapat dikaitkan dengan pertanyaan berikut :

a. Siapa aku?
b. Dari mana aku?
c. Dan aku akan kemana?
d. Mengapa aku disini?
e. Untuk apa aku disini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menuntun kita untuk mengenal jati diri kita, "just be yourself"
Berikut langkah lain untuk mengetahui jati diri kita

1. Menerima diri sendiri apa adanya 
Langkah ini menjadi penting dan berada di urutan pertama karena membenci diri sendiri tidak pernah ada baiknya. Langkah ini ada di urutan pertama agar kita bisa menentukan poin-poin penting menemukan kelebihan yang ada di dalam diri. Ada orang yang butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukannya, ada juga yang mencoba terus dan fokus sehingga bisa lebih cepat menemukan kelebihan dalam dirinya. Dalam prosesnya bisa dibilang masa uji coba, seringkali kita trial and error dengan pengalaman. Dari sana kita bisa berhadapan pada kondisi di mana kita harus menerima diri sendiri. Jika sudah berhasil rasanya akan lebih nyaman, ikhlas, dan jauh dari rasa stres.

2. Jangan mengeluh 
Tidak populer sewaktu di sekolah? Abaikan. Jangan menaruh perhatian dan berkeluh-kesah akan hal yang tidak penting. Lebih baik beri kesempatan pada diri sendiri untuk bertumbuh dan menentukan batasannya sendiri. Anda yang dulu tidak akan sama dengan Anda 15 atau 35 tahun setelahnya. Jadi belajar dari kesalahan dan teruslah melangkah menjadi lebih baik.

3. Berhenti menyiksa diri sendiri 
Membandingkan diri dengan orang lain itu sama artinya dengan menyiksa diri. Berhentilah dan lihat kelebihan yang ada. Karena apa yang menjadi kelebihan orang lain belum tentu cocok untuk kita. Biarkan orang menjadi dirinya sendiri, dan Anda menjadi diri Anda sendiri juga. Tidak ada gunanya iri atau cemburu dengan apa yang orang lain miliki. Menjadi jujur akan memberi efek positif pada kepribadian, dan itu penting.

4. Kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang
Perlu dicatat bahwa kita tidak akan bisa membuat semua orang senang dengan kita, tentunya ada satu atau dua yang akan membenci kita. Bahkan ada orang yang membenci tokoh-tokoh besar seperti Dalai Lama atau Aung San Su Kyi, meskipun ia juga sangat dikagumi orang lain. Hal pentingnya, berhentilah berusaha untuk selalu tampil seperti yang diinginkan orang lain hanya untuk membuat mereka senang. Tapi jadilah apa adanya, dan biarkan mereka menerima Anda demikian adanya. Berpura-pura menjadi orang lain untuk bisa diterima hanya akan melelahkan Anda saja.

5. Menerima hal negatif yang ada dalam diri 
Ketika ada seseorang yang tidak suka dengan Anda, terimalah dan jangan bereaksi berlebihan. Menurut Robert, memang pada kenyataannya akan ada satu atau dua orang yang merasa insecure atau tidak menyukai keberadaan Anda, tapi biarkan saja, jangan terlalu diambil hati. Tetap fokus meningkatkan kemampuan diri menjadi lebih baik.

6. Sediakan waktu khusus untuk menemukan diri sendiri 
Waktu khusus ini bisa dibilang sebagai "me-time", atau waktu menyendiri tanpa ada orang lain. Tujuannya bukan berarti senang-senang sendiri, tapi gunakan untuk menemukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan butuhkan. Kesibukan dengan pekerjaan, keluarga, dan teman, kadang membuat kita lupa menyediakan waktu untuk diri kita sendiri.

Secara sederhana, menjadi jujur dan mencintai apa yang kita lakukan akan membuat Anda menjadi diri sendiri dan pribadi yang menyenangkan buat orang lain.Menjadi diri sendiri akan menjauhkan kita dari sifat egois, cemburu, iri ataupun riya. So, jadi mulai sekarang jadilah diri sendiri. Tidak perlu menjadi manusia palsu, yang suka meniru. 

sumber : 
http://female.kompas.com/read/2013/04/05/21222123/6.Langkah.Menjadi.Diri.Sendiri.
http://www.psikoterapis.com/?en_menjadi-diri-sendiri-ditinjau-dari-sisi-psikologis%2C99
http://buatmuslimin.blogspot.com/2012/08/kenali-diri-sendiri-konsep-jati-diri.html

0 Response to "Kiat Jitu Agar Hidup Bahagia"

Post a Comment