Sejarah Kepanduan di Indonesiasia

Siaga salah satu kegiatan
kepramukaan
 Hampir semua orang pasti mengetahui Pramuka. Mereka akan cepat mengenal pramuka itu, dari pakean seragam yang biasa anak sekolah kenakan pada hari Jum'at dan Sabtu. Salah satu kegiatan yang selalu diasumsikan dengan Pramuka, adalah Perkemahan.

Pramuka seperti yang kita lihat saat anak-anak  tingkat MI/SD sampai Sekolah Atas melakukan bebagai macam kegiatan pramuka saat ini merupakan proses dari sejarah kepanduan di Indonesia, saat jaman pergerakan sampai jaman awal-awal kemerdekaan. 

Pendiri atau penggagas kegiatan pramuka adalah Bapak Sir Boden Powell, orang Iggris, yang mengidekan sebuah gerakan dari kaum muda, yang berisi latihan fisik, mental, dan spiritual. Gerakan ini dalam bahasa Inggris disebut Scout

Sejarah pramuka di Indonesia tidak lepas dari penjajahan Belanda. Organisasi kepanduan di Indonesia berumula dari cabang " Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO)pada tahun 1912, dari namanya saja jelas ini adalah gerakan kepanduan yang dibuat oleh Kolonial Belanda. Pada tahun 1916 atas prakarsa S.P Mangkunegara VII didirikanlah organisasi kepanduan atas prakarsa bangsa Indonesia sendiri. Sejak itu kemudian muncul gerakan kepanduan yang merupakan cabang dari beberapa organisasi politik atau massa, seperti misalnya "Padvinder Muhammadiyah" pada tahun 1920 yang menjadi cikal bakal  gerakan " Hizbul Wathan". Budi Utomo juga mendirikan " Nationale Padvinderij " Syarikat Islam Afdelin Padvinderij" lahir dari partai Sarikat Islam. Tidak mau kalah dengan oragnisasi Indonesia , pada tahun 1923 Kolonial Belanda mendirikan Nationale Padvinderij Orhanisatie (NPO) di kota sejuk Bandung. Tidak mau ketinggalan dengan kota Bandung, Kota Jakarta pada tahun yang sama didirikan juga gerakan kepanduan yang bernama Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Selang tiga tahun kemudian tepatnya pada 14 Agustus  1926 kedua oraganisasi ini melebur menjadi satu Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung. 

Jadi sejak awal kemunculan organisasi kepanduan di Indonesia dibentuk oleh beberapa partai atau gerakan politik yang ada pada saat itu. Penggabungan gerakan pramuka tampak pada terbentuknya PAPI yaitu Persaudaraan Antara Pandu Indonesia. Yang selanjutnya menjadi  Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). 

Selanjutnya pada tahun 1930 juga terbentuk KBI, yaitu Kepanduan Bangsa Indonesia. Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernapas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Pada masa pendudukan Jepang, Kebijakan Jepang melarang gerakan kepanduan berdiri. Namun upaya-upaya gerkan kepramukaan terus dilakukan. Setelah kemerdekaan gerakan kepanduan kembali memperoleh angin segar. Beberapa tokoh kepanduan berkumpul di kota Gudeg, Yogyakarta, dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja dan setelah itu segera melakukan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia, yang berlangsung pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Gerakan ini yang oleh  pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947. 

Pada tanggal 20-22 Januari 1950, Pandu Rakyat Indonesia mengadakan konggres yang ke-II. Pokok isi konggres tersebut memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberikan kesempatan organisasi kepanduan lain berkembang selain Pandu Rakyat Indonesia. Artinya PRI bukanlah satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. 

Namun setahun kemudian tepatnya 16 September 1951 wakil-wakil organisasi kepanduan di yang ada membentuk atau mendirikan organisasi kepanduan yaitu Ikatan Pandu Indonesia sebagai suatu federasi. Dan pada tahun 1953 IPINDO masuk menjadi anggota Kepanduan Dunia. 

Pada tahun 1955, dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, IPINDO mengadakan Jambore Nasional di Ragunan, Pasar Minggu, tepatnya pada tanggal 10-20 Agustus 1955. 

Itulah sejarah singkat kelahiran gerakan kepanduan di Indonesia, yang menjadi cikal bakal lahirnya Gerakan Kepramukaan di Indonesia. 

0 Response to "Sejarah Kepanduan di Indonesiasia"

Post a Comment