Perbedaan Lamanya Waktu Puasa Negara di Dunia

Umat muslim di dunia pada tahun 2016 ini memasuki bulan Ramadhan, yang terjadi pada bulan Juni sampai Juli . Dan ibadah puasa diwajibkan pada bulan tersebut. Ibadah puasa dijalankan sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Ini adalah dasar ketentuan waktu ibadah puasa. Umat Islam yang tinggal di daerah tropis seperti di negara kita, Indonesia, antara waktu siang dan malam sebanding, yaitu sekitar 12 jam.

Bagaimana waktu dan kondisi ibadah puasa dinegara-negara lain yang berada di bumi bagian selatan dan utara? Berapa jamkah umat muslim disana menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari? Perbedaan waktu siang dan malam di bumi selain di daerah tropis atau katulistiwa berkaitan erat dengan perputaran bumi pada porosnya yang disebut rotasi.

Jika di daerah tropis seperti Indonesia, waktu siangnya kurang lebih 11 jam, namun tetangga kita bagian selatan yaitu negara Australia, pada bulan puasa ini, Umat muslim disana melaksanakan puasa lebih cepat dua jam dari negara Indonesia, yaitu 10 jam. Waktu puasa di Australia tidak jauh berbeda dengan lama puasa di negara Afrika Selatan, yaitu 10,5 jam.

Kemudian kita menengok negara dianak benua Asia yaitu kawasan Asia Selatan yang disana terdapat beberapa negara seperti, India, Pakistan, Banglades. Muslim di India menjalankan ibadah puasa kurang lebih 14 jam, sedangkan Pakistan, dan Banglades, waktu puasanya berkisar 15 jam.

Bagaiamana waktu puasa di negara timur tengah seperti Arab saudi, Qatar, Iran, Iran, Uni Emirat Arab, Tunisia, Mesir dan negara lain dikawasa tersebut? Waktu puasa di kawasan tersebut, estimasinya kurang lebih 14 jam sampai 16 jam. Muslim di Bahrain, Arab Saudi, Tunisia, dan Palestina menjalankan puasa selama 15 jam. Sedangkan Mesir menjadi negara terlama waktu puasanya, yaitu selama 16 jam di kawasan tersebut.

Dibenua Amerika memiliki keragaman waktu puasa, hal ini akibat luas benua yang membujur dari belahan bumi utara sampai belahan bumi selatan. Amerika tengah yang didiami negara seperti Brasil waktu puasanya cukup 11 jam, hampir sama waktu puasanya dengan negara kita, Indonesia, karena Brasil termasuk salah satu negara yang berada di garis lintang nol derajat alias garis katulistiwa. Di ujung selatan benua Amerika, terdapat negara Argentina. Muslim di negara ini menjalankan puasa lebih cepat dengan waktu 9 jam 30 menit.

Muslim yang bermukim di negara Paman Sam untuk ibadah puasa tahun ini menjalankannya selama 16 jam, hampir sama waktu puasanya dengan muslim di negara-negara Arab. Sedangkan negara Meksiko tetangga sebelah negara Amerika Serikat memiliki waktu 13 jam sehari untuk menunaikan ibadah puasa.

Sekarang kita lihat lama waktu puasa di negara Eropa. Dilansir dari laman Khaleej Times, Rabu 8 Juni 2016, Negara-negara di Skandinavia, yaitu  Swedia , Denmark, Islandia, dan Norwegia merupakan negara yang mengalami waktu puasa terpanjang, yaitu 20 sampai 21 jam. Hal ini terjadi karena di kawasan tersebut saat ini sedang mengalami musim panas, yang artinya sinar matahari terbit dalam waktu yang lama. Selanjutnya negara diselatan negara skandinavia, seperti Belanda, Belgia waktu puasanya sekitar 18 jam 30 menit. Sedangkan negara Spanyol , Jerman, Portugal, Italia  dan Prancis, waktu berbuasanya sekitar 16 jam. Di negara Inggris ibadah puasa tahun ini tercatat sebagai waktu terlama sejak 33 tahun terakhir yaitu sekitar 16 sampai 19 jam sesuai letak daerah di Inggris.

Mengapa waktu puasa di negara-negara yang disebutkan diatas berbeda-beda? Mungkin tidak aneh jika kita ingat pelajaran Sains di bangku sekolah dasar. Namun bisa jadi ada yang lupa, dan penjelasan secara ringkasnya seperti ini :

Bumi adalah salah satu planet, yang berada di tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya. Sebagai planetnya Matahari, maka bumi mengelilingi matahari sekali putaran membutuhkan waktu 365,25 hari, atau satu tahun. Dalam mengelilingi matahari posisi bumi tidak tegak lurus pada sumbu atau kutub-kutubnya, melainkan miring, sehingga dalam waktu-waktu tertentu bagian bumi ada yang mendapat sinar matahari cukup lama atau siangnya lebih lama dari malamnya, dan sebaliknya bagian bumi lainnya mendapat sedikit sinar matahari atau dapat dikatakan malamnya lebih lama.

Pada bulan Maret samapai September, belahan bumi utara mendapat sinar matahari lebih banyak dari belahan bumi selatan, dan pada bulan Oktober sampai Februari bergantian sinar matahari lebih banyak menyinari belahan bumi selatan dan belahan bumi utara  sedikit menerima cahaya matahari.

Waktu ibadah puasa tahun 2016 ini terjadi pada bulan awal Juni sampai awal Juli 2016. Dengan kondisi tersebut, negara-negara di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari belahan bumi bagian selatan.

Jadi sekarang kita tahu mengapa waktu ibadah puasa antara satu negara dengan negara lain di permukaan bumi berbeda-beda. Ada umat muslim yang berpuasa cukup 5 sampai 6 jam, namun ada juga umat muslim yang berpuasa sampai 18 sampai 19 jam, jika berdasarkan lamanya siang dan malam di negara-negara masing-masing. Ada pertanyaan seperti ini apakah umat muslim di daerah daerah tertentu sepeti tersebut diatas, melaksanakan puasa sesuai syarat rukun puasa, yaitu berpuasa waktunya adalah sebelum terbit fajar(sebelum subuh) sampai terbenamnya matahari (waktu magrib) ?

Terkait dengan kondisi seperti in di kalangan Ulama terdapat perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat sesuai waktu sebenarnya(lamanya siang) ada juga yang berpendapat mengikuti waktu negara diturunkannya wahyu, yaitu  waktu siang di negara Arab Saudi?

0 Response to "Perbedaan Lamanya Waktu Puasa Negara di Dunia"

Post a Comment